Selasa, 24 Maret 2015

Sejarah Merah Putih, Bendera Indonesia

Admin lagi seneng sejarah nie… setelah kemaren mencoba menulis tentang Sejarah terciptanya Lambang Burung Garuda serakarang admin mencoba menampilkan Sejarah Bendera Indonesia. Langsung aja lah….
Setiap Negara memiliki ciri khas lambang Negara, bendera, bahasa, yang berbeda-beda, begitu juga Indonesia yang memiliki lambang garuda, bahasa Indonesia dan juga bendera yang berwarna MERAH dan PUTIH. Oke dalam pembahasan
Share:

kenapa kau menangis bunda

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya
hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”
Share:

Steam Mobil Aneh : 9 kali Steam Gratis Seks

Kumpulan artike. aneh ndak sie judul yang anda baca di atas, saya nulisnya aja sampe ketawa sendiri aksana orang gila anyaran. gimana ndak gila, masak steam mobil sampek bersih sebanyak 9 kali dapet seks gratis.......!!!!!!! memang persaingan bisnis
saat ini sudah sangat ketat, tapi kok aya ada idennya gitu, untung saja itu tidak terjadi di indonesia. 
Share:

pekerjaan tukang

Di dunia ini di huni oleh berjuta-juta manuasia, yang mana setiap manusia di ciptakan dengan berbeda-beda. (ada hubunganya dengan sifat Allah “mukhalafatul lilhawadist” ndak ya...) hehehe. Kita lanjut lagi.
Manusia memiliki beberapa kebutuhan, yaitu kebutuhan primer, sekunder, dan tersier, apa itu kebutuhan primer...?? kebutuhan primer adalah suatu kebutuhan yang wajib terpenuhi, apa bila kbutuhan itu tidak terpenuhi bisa berbahaya,,,, mengakibatkan kematian,,, heheeh padahal setiap menusia mempunyai kewajiban “khifdunafs” menjaga jiwa. Nah kalau kebutuhan primer tidak
terpenuhi kira-kira manusia dosa ndak ya....
Share:

Senin, 23 Maret 2015

Pengaruh Kebudayaan Terhadap Jiwa Keagamaan

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Kebudayaan yang hidup pada suatu masyarakat, pada dasarnya merupakan gambaran dari pola pikir, tingkah laku, dan nilai yang dianut oleh masyarakat. Dari sudut pandang ini, agama disatu sisi memberikan kontribusi terhadap nilai-nilai budaya yang ada, sehingga agama pun bisa berjalan atau bahkan akomodatif dengan nilai-nilai budaya yang sedang dianutnya. Pada sisi lain, karena agama sebagai wahyu dan memiliki kebenaran yang mutlak, maka agama tidak bisa disejajarkan dengan nilai-nilai budaya setempat, bahkan agama harus menjadi sumber nilai bagi kelangsungan nilai-nilai budaya itu. Disinilah terjadi hubungan timbal balik antara agama dengan budaya. Persoalanya adalah apakah agama lebih dominan mempengaruhi terhadap budaya, atau sebaliknya apakah budaya lebih
Share:
Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Blogger templates